Kardiopulmonar

Teknik Batuk Efektif Untuk Pembersihan Jalan Napas


(Sumber : med.standford.edu)
1. Pendahuluan
Menurut Rochimah, (2011) batuk efektif mengandung makna dengan batuk yang benar, akan dapat mengeluarkan benda asing, seperti secret semaksimal mungkin. Bila pasien mengalami gangguan pernafasan karena akumulasi secret, maka sangat dianjurkan untuk melakukan latihan batuk efektif. Menurut Rosyidi & Wulansari, (2013), batuk efektif dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan jalan nafas, mencegah komplikasi : infeksi saluran nafas, pneumonia dan mengurangi kelelahan. Menurut Muttaqin, (2008) tujuan batuk efektif adalah meningkatkan mobilisasi sekresi dan mencegah risiko tinggi retensi sekresi (pneumonia, atelektasis, dan demam). Pemberian latihan batuk efektif dilaksananakan terutama pada klien dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif dan masalah risiko tinggi infeksi saluran pernafasan bagian bawah yang berhubungan dengan akumulasi secret pada jalan nafas yang sering disebabkan oleh kemampuan batuk yang menurun.
Bersihan jalan nafas tidak efektif merupakan suatu kondisi terjadinya ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas untuk mempertahankan jalan nafas tetap paten (SDKI, 2017). Bersihan jalan nafas tidak efektif adalah kondisi ketika individu mengalami ancaman pada status pernafasannya sehubungan dengan ketidakmampuan untuk batuk secara efektif (Carpenito & Moyet, 2013). Penyebab dari bersihan jalan nafas tidak efektif salah satunya adalah hyperplasia pada dinding jalan nafas, seperti dinding bronkus dan alveolus. Hyperplasia pada dinding jalan nafas ini disebabkan karena asap rokok menghasilkan stress oksidan (produksi radikal oksigen toksik) yang menghambat aktivitas antiprotease normal menyebabkan inflamasi epitel saluran pernafasan, dan disertai aktivitas limfosit T sitotoksik (CD8), makrofag, dan polimorfonukleosit (PMN) menyebabkan peningkatakan aktivitas protease (elastase) dan kerusakan dinding alveolus dan bronkus langsung pada paru.

2. Pembahasan

Dari kasus yang telah disebutkan jalan napas yang tidak efektif menjadi masalah yang harus diselesaikan. Rangkian normal peristiwa dalam mekanisme batuk adalah inhalasi dalam, penutupan glottis, kontraksi aktif otot – otot ekspirasi, dan pembukaan glottis. Inhalasi dalam meningkatkan volume paru dan diameter jalan nafas memungkinkan udara melewati sebagian plak lendir yang mengobstruksi atau melewati benda asing lain. Kontraksi otot – otot ekspirasi melawan glottis yang menutup menyebabkan terjadinya tekanan intratorak yang tinggi. Aliran udara yang besar keluar dengan kecepatan tinggi saat glotis terbuka, memberikan secret kesempatan untuk bergerak ke jalan nafas bagian atas, tempat secret dapat di keluarkan(Potter & Perry, 2010). Menurut PPU RS Panti Rapih (2015) batuk efektif ini dapat dilakukan sebanyak 3 – 4 kali dalam sehari. Terdapat indikasi untuk melakukan batuk efektif, antara lain adalah jalan nafas tidak efektif dan pasien imobilisasi. Sedangkan kontraindikasi melakukan batuk efektif adalah gangguan fungsi otak, Hipertensi berat, dan Emphysema karena dapat menyebabkan rupture dinding alveolar.Terdapat dua Teknik untuk melakukan batuk efektif, sebagai berikut:

(Sumber: Rumah Sakit Paru Manguharjo Madiun)
A. Teknik Batuk Efektif
Batuk efektif merupakan cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihkan laring, trakea, dan bronkiolus dari sekret atau benda asing di jalan napas (Hidayat, 2012).Sebelum dilakukan batuk efektif, terlebih dahulu dilakukan tindakan fisioterapi dada, karena fisioterapi dada merupakan suatu rangkaian tindakan keperawatan yang terdiri atas perkusi dan vibrasi, postural drainase, latihan pernapasan/napas dalam, dan batuk yang efektif (Brunner & Suddarth, 2002:647).

  1. Letakkan kedua tangan di atas perut bagian atas (dibawah payudara) pertemukan kedua ujung jari tengah tangan kanan dan kiri di atas ulu hati
  2. Tarik nafas dalam melalui hidung sebanyak 3 sampai 4 kali, lalu hembuskan melalui bibir yang terbuka sedikit (bersiul).
  3. Pada tarikan napas dalam terakhir, napas ditahan selama kurang lebih 2 sampai 3 detik.
  4. Angkat bahu, dada dilonggarkan dan batukkan dengan kuat. 
  5. Lakukan 4 kali setiap batuk efektif

B. Teknik Huff Coughing
Batuk memang diperlukan untuk membersihkan kandungan-kandungan yang tidak diinginkan dari tabung bronkial. Metode yang dilakukan terhadap hal ini adalah huff coughing, yaitu teknik untuk membantu tubuh memindahkan lendir dari paru-paru. Cara melakukannya hanya dengan menarik napas, menahan, dan mengembuskannya.

  1. Keluarkan semua udara dari dalam paru-paru dan saluran napas. Mulai dengan bernapas pelan. Ambil napas secara perlahan, akhiri dengan mengeluarkan napas secara perlahan selama 3 – 4 detik.
  2. Tarik napas dengan perut, lakukan secara pelan dan nyaman, jangan sampai napas berlebih
  3. Setelah menarik napas secara perlahan, tahan napas selama 3 detik, dilakukan untuk mengontrol napas dan mempersiapkan melakukan batuk huff secara efektif
  4. Angkat dagu agak ke atas, dan gunakan otot perut untuk melakukan pengeluaran napas cepat sebanyak 3 kali dengan saluran napas dan mulut terbuka, keluarkan dengan bunyi “Ha,ha,ha” atau “huff, huff, huff”. Tindakan ini membantu epligotis terbuka dan mempermudah pengeluaran dahak
  5. Kontrol napas, kemudian ambil napas pelan 2 kali
  6. Ulangi teknik batuk di atas sampai mukus sampai ke belakang tenggorokkan
  7. Setelah itu batukkan dan keluarkan dahak.


(Sumber: Fairview)
3. Kesimpulan
Dengan melakukan batuk efetif kita dapat membuka jalan napas yang tidak efektif. Selain itu batuk efektif juga dapat mengeluarkan dahak yang mengganggu jalan napas, mengurangi sesak napas akibat penumpukan dahak, meningkatkan distribusi udara saat berbapas, meningkatkan volume paru dan memfasilitasi pembersihan saluran napas. Batuk efektif memiliki berbagai macam teknik untuk mengeluarkan sputum atau membersihkan jalan napas, diantaranya adalah teknik batuk efektif dan teknik huff coughing
4. Daftar Pustaka

  1. Fatimah, Siti. Syamsudin. 2019. “Penerapan Teknik Batuk Efektif Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas Pada Tn. M dengan Tuberkulosis” Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, 5(1) diakses pada 4 Februari 2022 http://ejournal.akperkbn.ac.id/index.php/jkkb/article/view/53/64
  2. Jurnal “Konsep Batuk Efektif Pada Pasien PPOK dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif” diakes pada 23 Januari 2022 http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/389/3/BAB%20II.pdf
  3. Jurnal “latihan batuk efektif dan nafas dalam pada klien dengan pnemonia” diakes pada 23 Januari 2022 https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Undergraduate-6425-LAMPIRAN.pdf
  4. Cystic Fibrosis Foundation. Diakses pada 2022. Coughing and Huffing.

Disusun oleh: 

  • Andin Yessy Novianti (Universitas Esa Unggul)
  • Maharani Soleha (Universitas Indonesia) 

IMFI atau bisa di sebut dengan Ikatan Mahasiwa Fisioterapi Indonesia adalah sebuah Perkumpulan Mahasiswa Program Studi Fisioterapi di Indonesia. IMFI mengcangkup beberapa daerah yang ada di Indonesia salah satunya IMFI Wilayah II yang berada pada wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *